Hati-hati berbicara didalam Taxi @ Beijing
Silent Please. itu yang musti kita lakukan kalau sedang didalam taxi di Beijing. Daripada nanti menjadi masalah mending jangan bicarakan hal-hal yang pribadi apalagi tentang pemerintahan China, karena setiap taxi di Beijing sudah dilengkapi penyadap pembicaraan yang langsung dikirim dan dapat didengarkan oleh Pemerintahan China.
Taxi yang berjumlah kurang lebih 70,000 di Beijing dilengkapi sebuah microphone yang bisa diaktifkan secara remote kapanpun dan tanpa sepengetahuan sang pengemudi. Pemerintah bahkan bisa menggunakan alat GPS yang berada didalam taksi untuk menghentikan taksi (via memotong aliran listrik/bensin) jika mereka tidak menyukai apa yang mereka dengar.
Beberapa perusahaan taxi Beijing yang dimintai keterangannya menolak berkomentar mengenai aspek “penyadapan” tersebut. Mereka hanya menyatakan kalau alat GPS yang dimaksud digunakan untuk melakukan pelacakan terhadap taksi mereka, sementara unit microphone digunakan sebagai alat penerjamah.
sekali lagi pertanyaan yang saya ajukan, bagaimana dengan Indonesia? apa hal ini perlu? mengingat konspirasi sudah terlalu banyak di negeri ini



konteks indonesia ? mau diganyang pemerintah kalau terbukti mematamatai warganya sendiri secara berlebihan. taxi kan kendaraan umum, beda ama saluran telepon terotis dan teroriswati